Pertanyaan ini sangat penting, tapi jawabannya justru jauh lebih penting. Dan pertanyaan di atas membutuhkan jawaban yang sangat panjang, oleh karena itu di sini saya akan sebutkan sebagian dari jawaban tersebut:
1. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Bagi orang yang beriman, taat kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sumber kebahagian. Karena, ketaatan inilah yang nantinya akan membimbing mereka untuk sukses dalamn menapaki kehidupan dunia dan akhirat. Mereka akan berusaha keras untuk merealisasikan semua perintah dan menjauhi larangan dalam setiap langkah hidup mereka.
Sebab, seseorang memang tidak akan merasakan manisnya iman sebelum bisa melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi dan membenci yang dilarang.
Allah berfirman:
“Dan siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar,” (QS Al-Ahzab [33] :71).
Rasulullah bersabda:
“Sungguh akan merasakan manisnya iman bagi seseorang yang telah rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagaiNabi (yang diutus Allah).”[1]
2. Pamer aurat adalah maksiat
Pada dasarnya, wanita yang pamer aurat pada saat yang sama juga sedang pamer kesesatan
dan kemaksiatan. Terang-terangan mereka menentang Allah dan Rasul-Nya, meski Allah berfirman:
”Dan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul- Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata,” (QS Al-Ahzab [33]: 36).
dan Nabi bersabda:
“Semua umatku dimaafkan kecuali mujahirun (orang yang bermaksiat secara terbuka).”20[2]
Dalam surah lain Allah Ta’ala bahkan berfirman:
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al-Ahzab [33]: 59).
Namun apa yang terjadi? Mereka dengan lantang justru berani berkata, “This is my body,I can do anything!” Golongan wanita semacam inilah yang akan berusaha menjadikan wanita lain seperti dirinya, sehingga mereka akan sama-sama merasa nyaman, tidak ada yang mengganggu dan menyelisihinya. Sadar atau tidak, yang mereka lakukan itu adalah bentuk kepatuhan pada bisikan setan. Setanlah yang selalu menggiring anak keturunan Adam dan Hawa agar terjerumus dalam perbuatan maksiat dan dosa, sehingga kelak dapat menjadi teman karibnya dalam menikmati pedihnya siksaan api neraka. Mereka mencoba menggiring kaum muslimah sejauh-jauhnya dari jalan hidayah menuju jalan para pengikut hawa nafsu. Ini persis seperti yang difirmankan Allah dalam ayat berikut:
“Dan Allah hendak menerima tobatmu sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauhjauhnya (dari kebenarannya),” (QS An-Nisa [4]: 27).
3. Hijab meredam fitnah
Masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya suatu masyarakat yang dihuni oleh wanita yang tabarruj atau pamer aurat dan keindahan tubuh akan sangat rentan terhadap ancaman fitnah dan pelecehan seksual serta
gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran. Jasad yang telanjang jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa. Inilah tahapan pertama bagi penghancuran dan perusakan moral dan peradaban sebuah masyarakat.
4. Tabarruj mengundang fitnah
Seorang wanita yang memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan kaum laki-laki bukan mahram sama saja dengan mengundang perhatian kaum hidung belang dan srigala berbulu domba. Mereka membangkitkan kaum yang dengan ganas akan memangsa mereka.
Seorang penyair melukiskan tahapannya:
نظرة فإبتسامة فسلام * فكلام فموعد فلقاء.
Berawal dari pandangan lalu senyuman, kemudian
salam disusul pembicaraan, lalu berakhir dengan janji dan pertemuan.
5. Menjaga kesucian dan kehormatan
Seorang muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia seperti berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu karena aku bukan milikmu dan kamu bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun. Dan aku tidak tertarik dengan siapa pun, karena aku jauh lebih tinggi dan terhormat disbanding mereka (yang ber-tabarruj).”
Sedangkan wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan
tubuh di depan kaum laki-laki lain akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan srigala berbulu domba.
Dan wanita itu seolah berkata “Silakan Anda nikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh ‘Aduhai betapa cantik dan seksinya?‘” Kaum lelaki berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya. Laki-laki terfitnah, tergoda untuk merayunya,memegangnya, atau menikmati keelokan tubuhnya.
Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab
secara sempurna, yang akan memaksa setiap laki-laki menundukkan pandangan dan bersikap hormat kepadanya. Wanita seperti inilah yang akan membuat lelaki berkesimpulan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas, dan terpelihara kehormatannya.
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS Al-Ahzab [33]: 59).
6. Menjaga kebersihan dan kesehatan
Dari dunia kedokteran kita tahu bahwa sinar ultra violet yang langsung mengenai kulit manusia dapat memicu timbulnya penyakit, seperti kanker kulit dan sebagainya. Oleh karena itu, hijab akan mampu melindungi tubuh wanita dari sengatan matahari secara langsung. Di samping itu, hijab juga dapat mencegah persentuhan kulit secara langsung dengansumber penyakit itu sendiri, apakah itu orang lain yang punya penyakit, cuaca, debu dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar