MENGAPA INI TERJADI?
Jawaban singkatnya hanya satu: karena manusia berpaling dari perintah Allah dengan mengobral kecantikan tubuh wanita. Lihatlahkini orang dengan mudah melihat keindahantubuh wanita baik melalui tatapan mata telanjang, melalui berbagai gambar yang terpampang di media massa, atau berbagai iklan di baliho dan
reklame jalanan, atau iklan kecantikan di dunia maya. Semuanya sangat jelas mengeksploitasi tubuh perempun. Tak ada lagi sekat. Tak ada lagi rahasia kecantikan dan keelokan. Semuanya sudah menjadi rahasia umum. Semua tahu, si A tubuhnya begini, si B ukurannya sekian, si C bentuknya seperti itu, dan sebagainya. Relakah tubuhmu selalu dibandingkan dan dinilai oleh mata-mata keranjang, wahai kaum wanita? Maukah kalian terus dimangsa oleh iklan kecantikan sehingga kalian tersiksa harusbegini dan begitu? Wahai kaum Hawa, Rasulullah n mengabarkan tentang sekumpulan penduduk neraka, dan di antaranya adalah kalian:
“Dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: suatu kaum yang membawa
cambuk seperti ekor sapi digunakan untuk memukul manusia, dan wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan lenggak-lenggok, kepalanya laksana punuk onta yang condong,
maka mereka tidak masuk surga dan tidak dapat mencium aromanya, dan sesungguhnya
aromanya bisa dicium dari jarak sekian dansekian.” (Shahih diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya (5547 dan7123))
RAHASIA SI SHALIHAH
Lalu bagaimanakah dengan standar kecantikan menurut Islam itu sendiri? Islam tidak menggambarkan kecantikan fisik secara detail,karena kecantikan itu adalah sebuah karunia Allah Ta’ala, sehingga hanya Sang Pemilik itu yang mengetahui. Kecantikan dan kemolekan tubuh wanita harus disembunyikan. Bahkan seorang istri dilarang untuk memberikan gambaran secara detail akan kondisi fisik wanita lain kepada suaminya, apalagi menunjukkan!
“Janganlah wanita tidur bersama dengan wanita kemudian menceritakan tentang keadaannya kepada suaminya seakan melihat kepadanya,” (HR Bukhari).
Alih-alih berbicara soal kecantikan fisik yang gampang pudar itu, Islam lebih menekankan pada keshalihan si wanita. Kalau kita telusuri, banyak sekali hadits yang berkenaan dengan ini. Yang paling terkenal tentu:.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahih-nya (2668).)
Kata “shalihah” biasanya akan langsung orang asosiasikan dengan seorang wanita yang rajin shalat, banyak tahajud hingga kakinya bengkak, berpuasa bulan Ramadhan, banyakberpuasa nafilah hingga badannya kurus kering, menunaikan ibadah haji, banyak melaksanakan ibadah umrah, banyak berzikir kepada Allah. Ia berkomitmen menjaga hijab, rajin dan pandai memelihara rumah, pintar mendidik anak, tertib membayar zakat dan banyak berinfak. Memang persepsi seperti di atas tidak salah bila dilihat dari sisi kepentingan pribadi wanita itu sendiri. Namun, pemahaman itu masih kurang sempurna, bahkan bisa pula keliru. Sebab, yang bisa dikatakan wanita shalihah hanya wanita yang ...
“Taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karena itu, Allah telah memelihara mereka,” (QS An- Nisa [4]:34).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa-nya mengatakan, ayat tadi mengharuskan wanita menaati suaminya secara mutlak baik dalam bentuk pelayanan, bepergian bersamanya, memberi kesempatan hubungan seksual, dan semisalnya. Ini juga ditegaskan Rasulullah dalam banyak hadits beliau, antara lain :
Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah bersabda: “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila ia memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” (Diriwayatkan Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1857)
Nantikan Yang Cantik Yang berhijab (Bag 3)
::))))
Jawaban singkatnya hanya satu: karena manusia berpaling dari perintah Allah dengan mengobral kecantikan tubuh wanita. Lihatlahkini orang dengan mudah melihat keindahantubuh wanita baik melalui tatapan mata telanjang, melalui berbagai gambar yang terpampang di media massa, atau berbagai iklan di baliho dan
reklame jalanan, atau iklan kecantikan di dunia maya. Semuanya sangat jelas mengeksploitasi tubuh perempun. Tak ada lagi sekat. Tak ada lagi rahasia kecantikan dan keelokan. Semuanya sudah menjadi rahasia umum. Semua tahu, si A tubuhnya begini, si B ukurannya sekian, si C bentuknya seperti itu, dan sebagainya. Relakah tubuhmu selalu dibandingkan dan dinilai oleh mata-mata keranjang, wahai kaum wanita? Maukah kalian terus dimangsa oleh iklan kecantikan sehingga kalian tersiksa harusbegini dan begitu? Wahai kaum Hawa, Rasulullah n mengabarkan tentang sekumpulan penduduk neraka, dan di antaranya adalah kalian:
“Dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: suatu kaum yang membawa
cambuk seperti ekor sapi digunakan untuk memukul manusia, dan wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan lenggak-lenggok, kepalanya laksana punuk onta yang condong,
maka mereka tidak masuk surga dan tidak dapat mencium aromanya, dan sesungguhnya
aromanya bisa dicium dari jarak sekian dansekian.” (Shahih diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya (5547 dan7123))
RAHASIA SI SHALIHAH
Lalu bagaimanakah dengan standar kecantikan menurut Islam itu sendiri? Islam tidak menggambarkan kecantikan fisik secara detail,karena kecantikan itu adalah sebuah karunia Allah Ta’ala, sehingga hanya Sang Pemilik itu yang mengetahui. Kecantikan dan kemolekan tubuh wanita harus disembunyikan. Bahkan seorang istri dilarang untuk memberikan gambaran secara detail akan kondisi fisik wanita lain kepada suaminya, apalagi menunjukkan!
“Janganlah wanita tidur bersama dengan wanita kemudian menceritakan tentang keadaannya kepada suaminya seakan melihat kepadanya,” (HR Bukhari).
Alih-alih berbicara soal kecantikan fisik yang gampang pudar itu, Islam lebih menekankan pada keshalihan si wanita. Kalau kita telusuri, banyak sekali hadits yang berkenaan dengan ini. Yang paling terkenal tentu:.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahih-nya (2668).)
Kata “shalihah” biasanya akan langsung orang asosiasikan dengan seorang wanita yang rajin shalat, banyak tahajud hingga kakinya bengkak, berpuasa bulan Ramadhan, banyakberpuasa nafilah hingga badannya kurus kering, menunaikan ibadah haji, banyak melaksanakan ibadah umrah, banyak berzikir kepada Allah. Ia berkomitmen menjaga hijab, rajin dan pandai memelihara rumah, pintar mendidik anak, tertib membayar zakat dan banyak berinfak. Memang persepsi seperti di atas tidak salah bila dilihat dari sisi kepentingan pribadi wanita itu sendiri. Namun, pemahaman itu masih kurang sempurna, bahkan bisa pula keliru. Sebab, yang bisa dikatakan wanita shalihah hanya wanita yang ...
“Taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karena itu, Allah telah memelihara mereka,” (QS An- Nisa [4]:34).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa-nya mengatakan, ayat tadi mengharuskan wanita menaati suaminya secara mutlak baik dalam bentuk pelayanan, bepergian bersamanya, memberi kesempatan hubungan seksual, dan semisalnya. Ini juga ditegaskan Rasulullah dalam banyak hadits beliau, antara lain :
Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah bersabda: “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila ia memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” (Diriwayatkan Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1857)
Nantikan Yang Cantik Yang berhijab (Bag 3)
::))))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar