RAHASIA SI CANTIK
Sudah cantik shalihah, sudah cantik rajin ibadah, sudah cantik banyak pahalanya, sudah
cantik pintar pula, siapa yang tidak suka?Omong-omong soal cantik, bisa dibilangsemua orang punya penilaian berbeda. Untukurusan warna kulit saja, ada orang yang tertarikdengan seseorang yang berkulit putih bersih,ada yang tertarik dengan yang hitam manis, ada pula yang tertarik dengan yang sawo matang.
Pokoknya masing-masing memiliki selera. Lantas,bagaimana seharusnya kriteria cantik itu kita tetapkan?Orang Jawa suka menggambarkan kecantikan itu secara jelas, seperti tecermin dari berbagai perumpamaan yang mereka gunakan sejak lama dan diajarkan di sekolah-sekolah. Coba lihat bagaimana kecantikan seseorang itu terlukis dalam bahasa mereka: alisnya bulan sabit, rambutnya ikal mayang, pinggangnya ramping semampai seperti pinggang lebah,jalannya gemulai seperti harimau lapar, betisnya membulir padi, giginya rapi seperti deretan biji timun, matanya terang seperti bintang kejora, hidungnya mancung, pipinya berlesung pipit, jemarinya lentik, kulitnya kuning langsat, dan sebagainya.Namun, karena semua kriteria kecantikanitu didasarkan pada penilaian hawa nafsu, kriteria itu pun bergeser mengikuti selera hawa nafsu pula. Misal, rambut yang cantik bukan lagi yang ikal mayang melainkan yang hitam lurus. Maka wanita pun berlomba-lomba untuk me-rebond rambut kritingnya. Begitu juga dengan kulit. Yang indah bukan lagi yang kuning langsat melainkan yang putih mulus, sehingga tak heran jika wanita berlomba-lomba untuk memutihkan kulitnya,begitu seterusnya. Jadi demikianlah, kalau kriteria cantik dinilai atas dasar hawa nafsu, maka ia akan terus berubah mengikuti besarnya syahwat yang berkembang. Kini syahwat bebas berkeliaran di atas permukaan bumi untuk mengincar mangsanya. Ia bergabung dengan maraknya iklan yang mengekpos kecantikan tubuh wanita dari mulai iklan sabun mandi, shampo, pemutih kulit, pelangsing tubuh, pembesar payudara, pewarna rambut, pembalut wanita, parfum, dan sebagainya.Sungguh kenyataan yang sangat memilukan bahwa para wanita tidak lagi merasa malu dan risi melihat bagian tubuhnya tersingkap dan terpampang di jalanan atau di kemasan makanan atau di produk-produk lain yang sangat memalukan.
Memilukan, mereka justru bangga dan berjuang tak kenal lelah untuk bisa menjadi bintang iklan. Waiyyazu billah.
Padahal saat keindahan dan keelokan tubuh perempuan diekspos sedemikian bebasnya,maka imajinasi manusia pun semakinliar dan tak terkendali. Sehingga, jadilah dunia di zaman sekarang ini laksana hutan belantara fitnah bagi manusia, khususnya bagi lelaki.
Padahal saat keindahan dan keelokan tubuh perempuan diekspos sedemikian bebasnya,maka imajinasi manusia pun semakinliar dan tak terkendali. Sehingga, jadilah dunia di zaman sekarang ini laksana hutan belantara fitnah bagi manusia, khususnya bagi lelaki.
Kini, lelaki mana pun akan mudah menikmati dan mengkhayalkan keindahan tubuh wanita. Akibatnya, gejolak nafsu mereka tidak terkendali. Lebih mengerikan lagi, mereka melampiaskan gejolak nafsunya di sembarang tempat dan sembarang sasaran, sehingga pemerkosaan dan pelecehan seksual terjadi di mana-mana tanpa kenal usia. Orangtua pada zaman ini harus ekstra hatihati. Apalagi yang memiliki anak perempuan. Karena kebejatan moral sudah terjadi di mana mana. Bahkan orang tidak lagi menganggap pamer aurat sebagai kemungkaran. Pacaran tidak lagi dianggap zina, kumpul kebo pun sudah dianggap biasa. wallahu a'lam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar