“Diantara orang-orang sebelumkaian ada seorang lelaki terluka. Lau dia meras putus asa kemudian mengabil sebilah pisau untuk mengiris urat nadi tangannya dengan pisau tersebut. Tenru saja darah tidak berheni keluar dari tubuhnya sampai akhirnya iameninggal dunia. Kemudian Allah ta’la berfirman ‘HambaKu telah mendahului Aku untuk mengakhiri masa hidupnya maka Aku haramkan syurga atas orang tersebut’ ” (Hadit Qudsi, HR. Bukhari)
Sahabat hidup ini sangat indah, maka keindahan hidup ini jangan kita kotori dengan seakan-akan ingin mendahuui taqdir Allah subhanahu wata’la dengan cara bunuh diri.
Yuuuk… kita melihat komentar orang-orang yang selam ini merasa hidup ini pediiih sekali.
“Rin .. Hati ini sakiiit sekali, saya sudah sungguh-sungguh menjalankan bisnis,merintis dengan nol dengan teman-teman, masak di khianati? Saya sakit selai.”
“Pak .. anak-anak yang aku sayang semua menghianatiku, Aku mendidik mereka , menyekolahkan mereka, saya di hianati. Sakit sakali.”
“Intan.. saya sakit sekali, pokoknya sikit sekali”
Pokoknya,,, sakit sekali dan sakit sekali.
Jangan khawatir sahabat dan jangan bunuh diri. Sebab “sakit sekali” berkantung pada pemaknaan kita juga . Kalau sakit sekali diterjemahkan sangat sakit maka jadilah sakiiit banget.
Tapi kalau sakit sekali kita terjemahkan SAKITnya hanya sekali dan bukan dua kali, tiga kali, empat kali apalagi sampai tidak terbatas sekali. insiAllah sakit sekali tidak menjadi halangan. Berani ngga menghadapi “sakit sekali ” dengan benar dan tidak berusaha bunuh diri?. Bagaimana pendapat anda?!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar